Tampilkan postingan dengan label Turunan fungsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Turunan fungsi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Oktober 2019

Turunan Fungsi Dua Variabel

TURUNAN FUNGSI DUA (2) VARIABEL



TURUNAN PARSIAL 

Diketahui   z = f(x,y) fungsi  dengan dua variabel independen x dan y.  Karena  x dan y independen maka :

   1.  x  berubah-ubah sedangkan y tertentu.
   2 . y  berubah-ubah sedangkan x tertentu.

DEFINISI
a. Turunan parsial terhadap variabel x
     Jika  x  berubah-ubah  dan y  tertentu        maka  z  merupakan fungsi x, Turunan        parsial  z = f(x,y) terhadap x  sbb :
  

b. Turunan parsial terhadap variabel y
    Jika  y berubah-ubah  dan x  tertentu        maka z  merupakan fungsi y,  Turunan          parsial  z = f(x,y) terhadap y  sbb :


Fungsi dua peubah atau lebih dapat ditulis dalam bentuk eksplisit atau implisit
Jika fungsi dua peubah dinyatakan dalam bentuk eksplisit, maka secara umum ditulis dalam bentuk z = F(x,y).
Sebaliknya jika fungsi dituliskan dalam bentuk implisit, secara umum  ditulis dalam bentuk F(x,y,z) = 0.
nggak
Contoh:
z = 2x + y
xy + xz – yz = 0

c. Turunan Parsial Fungsi Dua dan Tiga Peubah
            Misal z = F(x,y) adalah fungsi dengan variable bebas x dan y.
Karena x dan y variable bebas maka terdapat beberapa kemungkinan yaitu:

  • y dianggap tetap, sedangkan x berubah-ubah.
  • x dianggap tetap, sedangkan y berubah-ubah
  • x dan y berubah bersama-sama sekaligus.


            Pada kasus 1 dan 2 diatas mengakibatkan fungsinya menjadi fungsi satu peubah, sehingga fungsi tersebut dapat diturunkan dengan menggunakan definisi turunan pertama yang telah dipelajari pada kalkulus diferensial.

           Misal z = F(x,y) adalah fungsi dua peubah yang terdefinisi pada interval tertentu, turunan parsial pertama z terhadap x dan y dinotasikan dengan

     
   
       Untuk memudahkan persoalan andaikan z = F(x,y) maka untuk menentukan  sama artinya dengan menurunkan variabel x dan variabel y dianggap konstan dan selanjutnya y diturunkan. Demikian pula untuk menentukan  sama artinya dengan menurukan variable y dan variable x dianggap konstant lalu diturunkan.

            Dengan cara yang sama, andaikan W = F(x,y,z) adalah fungsi tiga peubah yang terdefinisi dalam selang tertentu maka turunan parsial pertama dinyatakan dengan , dan yang secara berturut didefinisikan oleh :





d. Differensial Total dan Turunan Total
     Membentuk turunan parsial  dan, perubahan dan  ditinjau berasingan.sekarang kita tinjau pengaruh perubahan x dan y bersama-sama. Dalam Persamaan linier dari  dan berbentuk  disebut diferensial total dari z dititik
9( x,y).
jika z = f (x,y)mempunyai turunan parsial pertama yang kontinu di D ,maka z mempunyai diferensial total :

dz =  disetiap titik (x,y) dari D


Turunan Fungsi Satu Variabel

TURUNAN FUNGSI SATU VARIABEL



TURUNAN FUNGSI ( 1 VARIABEL )

              Turunan fungsi (diferensial) ialah fungsi lain dari suatu fungsi sebelumnya, misalnya fungsi f menjadi f’ yang memiliki nilai tak beraturan. Turunan ( diferensial ) dipakai sebagai suatu alat untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam geometri dan mekanika.
              Konsep turunan sebagai bagian utama dari kalkulus dipikirkan pada saat yang bersamaan oleh Sir Isaac Newton ( 1642 – 1727 ), ahli matematika dan fisika bangsa Inggris dan Gottfried Wilhelm Leibniz ( 1646 – 1716 ), ahli matematika bangsa Jerman.

Misal y ialah fungsi dari x atau y = f(x). Turunan (atau diferensial) dari y terhadap x


persamaan y = 4x maka nilai dari turunan tersebut menurut definisi di atas adalah


RUMUS RUMUS TURUNAN FUNGSI 
MATEMATIKA

Rumus 1 : Jika y = cxn dengan c dan n konstanta real , maka dy/dx = cn xn-1

contoh :
y = 2x4maka dy/dx = 4.2x4-1 = 8x3
kadang ada soal yang pakai pangkat pecahan atau akar

y = 2√x = 2x1/2 turunannya adalah 1/2.2 x (1/2-1)= x -1/2= 1/√x

Rumus 2 : Jika y = c dengan c adalah konstanta maka dy/dx = 0

contoh :
jika y = 6 maka turunannya adalah sama dengan nol (0)

Rumus 3 : Jika y = f(x) + g(x) maka turunannya sama dengan turunan dari masing-masing fungsi = f'(x) + g'(x)

contoh :
y = x3+ 2x2maka y’ = 3x2+ 4x
y = 2x5+ 6 maka y’ = 10x4+ 0 = 10x4

Rumus 4 : Turunan Perkalian Fungsi Jika y f(x).g(x) maka y’ = f'(x) . g(x) + g'(x) . f(x)

contoh :
y = x2(x2+2) maka
f(x) = x2
f'(x) = 2x
g(x) = x2+2
g'(x) = 2x
kita masukkan ke rumus y’ = f'(x) . g(x) + g'(x) . f(x)
y’ = 2x (x2+2) + 2x . x2
y’ = 4x3+ 4x

Rumus 5 : Turunan Pembagian Fungsi


contoh :


Rumus 6 : jika kamu punya y = [f(x)]nmaka turunannya adalah n [f(x)]n-1. f'(x)

contoh :

Rumus 7 : Turunan Logaritma Natural misal y = ln f(x) maka turunannya
contoh :

Rumus 8 : ef(x) maka,  dy/dx = ef(x).f'(x)

contoh :
y = e2x+1
f(x) = 2x+1
f'(x) = 2
maka f’ = e2x+1 . 2
             = 2e2x+1

Rumus 9 : Turunan Trigonometri Sin
Jika kamu punya y = sin f(x) maka turunannya adalah y’ = cos f(x) . f'(x)

contoh :
y = sin(x2 + 1) maka
y’ = cos (x2+1) . 2x
     = 2x. cos (x2+1)

Rumus 10 : Turunan Trigonometri Cos
Jika kamu punya y = cos f(x) maka turunanya adalah y’ = -sin f(x). f'(x)

contoh :
y = cos (2x+1) maka turunannya
y’ = -sin (2x+1) . 2
     = -2 sin (2x+1)

RUMUS TURUNAN KE DUA 

rumus turunan kedua sama dengan turunan dari turunan pertama (sobat turunkan sebanyak dua kali). Turunan kedua sobat peroleh dengan menurunkan turunan pertama.

Contoh :
Turunan kedua dari x3+ 4x2
turunan pertama = 3x2+ 8x
turunan kedua = 6x + 8